Setiap daerah tentu saja memiliki sejarah masa lampau, sejarah kebudayaan masa lampau yang menjadi tolok ukur sejarah masa depan kita, sama halnya dengan daerah lain, Gorontalo pun memiliki kawasan wisata sejarah, dimana didalamnya terkandung sejarah kearifan lokal juga cerita-cerita orang terdahulu. Ada beberapa tempat sejarah di Gorontalo yang dijadikan kawasan wisata, yang istilahnya wisata sejarah. Tempat itu antara lain :
Benteng Otanaha
Sebagaimana daerah lain, Portugis pun datang ke Gorontalo. Kedatangan mereka bukan untuk perang, menjajah Gorontalo, melainkan meminta izin Raja Ilato untuk melewati rute Gorontalo menuju Kwandang selanjutnya menyeberang sampai Filipina. Menurut cerita turun temurun, kerajaan Gorontalo merupakan wilayah paling aman untuk dilewati para pedagang, termasuk pertugis yang berlayar dari Maluku dan kawasan teluk Tomini.
Atas jaminan keamanan dari kerajaan Gorontalo itu, maka pertugis membangun benteng ini untuk melindungi tentara Gorontalo dari serbuan bajak laut, dan benteng itu selanjutnya diserahkan ke kerajaan Gorontalo sebagai penguasa sah didaerah Gorontalo. Hingga kini, benteng itu masih kokoh, berdiri diatas sebuah bukit dan menghadap ke danau limboto, dan berada dikeluarahan Lekobalo Kota Gorontalo.
Makam Keramat Ju Panggola
Dia adalah seorang Raja juga seorang Auliyya atau wali yang menyebarkan agama Islam di semenanjung Gorontalo sekitar tahun 1400 M, yang memiliki kesaktian yang tinggi. Karena beliau sebagai waliyullah di Gorontalo, maka kuburannya dianggap keramat, terlebih lagi kuburannya hingga kini menebarkan aroma wangi sejak dia meninggal. Lokasinya berada dipuncak gunung keluarahan Dembe Kota Gorontalo.
Monumen Pahlawan Nani Wartabone
Rakyat Gorontalo saat itu bergerak secara horizontal, membumihanguskan camp tentara penjajah, sehingga penjajah pun terpaksa meninggalkan Gorontalo dengan sejuta kekalahan dan rasa malu. Lagu Indonesia Raya pertama kali dinyangikan secara serentak di Gorontalo, juga pertama kali bendera merah putih dikibarkan secara resmi di Gorontalo, pada tanggal 23 januari 1942, setelah usai perebutan kekuasaan dari penjajah dengan senjata mesin melawan senjata tradiisonal Bambu Runcing. Monumen ini dibangun adalah untuk menghormati dan mengenang Pahlawan Heroik Nani Wartabone, dan tempatnya berada dilapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo.
Benteng Orange
Namun berkat bantuan keamanan Raja Gorontalo, pembajak pun dihancurkan dan jalur perdagangan pun aman diwilayah Gorontalo hingga Manado, melintasi wilayah kerajaan Minahasa dan Manado Tua. Namun, dengan masuknya tentara Belanda, benteng ini dikuasai. Hingga saat ini, benteng tersebut masih ada dan berada di Kwandang Gorontalo Uatara.
Published By dotgorontalo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar